December 13, 2008

Foto-foto ICADL 2008

Pada tanggal 2-5 Desember 2008 di selenggarakan International Conference on Asia Pasific Digital Libraries ke-11 (ICADL 2008). Konferensi ini diselenggarakan di Bali tepatnya di Discovery Kartika Plaza dan dihadiri oleh sekitar 400 peserta, 100-an peserta dari luar negeri dan 300-an peserta dari dalam negeri. Menurut Zainal A.Hasibuan, Ph.D., General Chair ICADL 2008, tujuan dari diselenggarakannya konferensi ini adalah untuk menstimulat dan membuka diskusi diantara para peneliti, akademisi, praktisi dan para pengambil kebijakan dalam rangka kolaborasi penelitian dan sharing pengalaman dalam pengembangan dan implementasi perpustakaan digital. Karena perpustakaan digital tidak hanya milik orang-orang perpustakaan, maka konferensi ini juga banyak diikuti oleh orang-orang dari bidang teknologi informasi terutama ilmu komputer. Dalam konferensi internasional ini dipresentasikan 30 makalah lengkap (full papers), 21 makalah singkat (short papers) dan 17 poster, dengan tema-tema sebagai berikut :
1. Library Devices
2. Supporting Languages
3. Cataloging People
4. Building Collections
5. Web 2.0
6. Information Visualization
7. Search Technology
8. Service Structures
9. Scanning and Segmenting
Tentang apa dan bagaimana ICADL dapat dilihat di http://www.icadl2008.org/.
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit cerita dan foto-foto baik dalam kegiatan tersebut maupun di luar kegiatan tersebut selama berada di Bali. Saya mulai dari hari terakhir. (Nuning)

6 Desember 2008

ICADL 2008 telah berakhir kemarin sore, namun kami baru mendapat tiket pulang hari ini. Sambil menunggu jadwal pulang, foto dulu akh bersama dosenku yang juga General Chair ICADL 2008, Pa Zainal A.Hasibuan, Ph.D. atau yang lebih akrab dipanggil Pa Ucok dan temanku Mba Vita dari UI di Kartika Plaza. Setelah ini kami berpisah dan saya pulang ke Bandung sendirian lagi.





5 Desember 2008
Hari ini hari terakhir konferensi. Pada hari terakhir ini masih ada satu sesi yang dapat kami pilih untuk kami ikuti, yaitu Digital Library Services atau Recommendation System. Setelah itu acara dilanjutkan dengan diskusi panel untuk Consortium iSchool in Asia Pasific (CiSAP) yang dipimpin oleh ketua konsorsiumnya yaitu Prof. Shalini R.Urs. Executive Director International School of Information Managemen University of Mysore India. Acara kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan post-conference tour ke Nyuh Kuning Giayar Ubud Bali.


























Gambar-gambar ini diambil ketika kami mengunjungi Nyuh Kuning tepatnya Museum Pendet, sebuah pura, Rumah I Made Muka Pendet dan rumah keluarga Pendet dalam rangkaian Post- Conference Tour.
















Pada gambar di atas tampak juga Ibu Pendet, salah seorang pemilik rumah adat yang kami kunjungi.


Sebagian peserta post-conference tour.








Hari terakhir konferensi tidak lengkap kalau tidak ikut berfoto bersama tim panitia.




With Jose Barateiro from UNEC-Laboratorio Nacional de Engenharia Civil, Lisbon Portugal. He collaborate with his collagues from Portugal and German wrote paper "Using a Grid for Digital Preservation" and got the winner of Best Papers Award, for Student Category. Yups, he is PhD Student. Congratulations Jose, Nice met you.




Nah, mas ini siapa ya? Sorry lupa kenalan. Habis ikut difoto aja. Monggo liat mas fotonya aku pasang.








Bergaya sendiri akh...






Bersama Mba Clara (UI), Mba Ebah (UIN Makasar) dan Bu Yulinar (Koordinator Perpustakaan Badan POM).










Ikut mejeng di stan UI akh...




Bersama Pa Made dan Mba Ebah. Pa Made, terima kasih banyak batang Pohon Kamboja Balinya. Udah aku tanam, mudah-mudahan bisa tumbuh subur ya...





Malam ini bersama Pa Ikhsan ke Pantai Legian. Sekalian jalan foto dulu akh di depan monumen korban bom Bali.




4 Desember 2008
Hari ketiga ICADL menghadirkan Keynote II yaitu Ed.H. Chi dari Palo Alto Reseach Center (PARC) dengan paper berjudul "Augmented Social Cognition : Using 2.0 technology to Enchance the Ability of Groups to Remember, Think and Reason". Sesi-sesi pilihan hari ini adalah Preservation, Users and Uses dan Publishing and Scholarship. Di sesi terakhir kami boleh memilih mengikuti sesi Organizing and Classifying atau Research Match-Making. Reseach Match-Making merupakan sebuah sesi dimana kami menuangkan ide-ide penelitan dan disampaiakn kepada peserta lainnya begitu juga sebaliknya sehingga kita mendapat banyak masukkan dari peserta lainnya.



Bersama teman-teman waktu S2 di UI. Yah... Pa Razak koq malah hp-an seh... :-)




Bersama dua rekan dari Surabaya dan yang paling tinggi adalah Kwan Yi, Ph.D. He is Assisten Professor at School of Library and Information Science University of Kentucky. He presented his paper "Mining Web Similar 2.0 Source for Discovery of Semantical Term : A Case Study with Del.icio.us".













Agak sedikit bergaya akh... Hahah... Sorry ya fotonya aku retouch.















Tak pernah melewatkan kesempatan untuk berfoto sendiri.











Suasana Tea Break. Waktunya ngemil dan berkenalan.




Beberapa stan meramaikan ICADL 2008, mereka ada yang berasal dari Penerbit, Database Provider, perusahaan teknologi informasi dan Universitas.



3 Desember 2008

Hari ini ICADL 2008 dibuka secara resmi.


ICADL 2008 resmi dibuka oleh Dady P. Rachmananta, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.






George Buchanan from Departement of Computer Science Swansean University UK, as ICADL 2008 Program Co-Chairs announced the winner of best papers award.







Zainal A. Hasibuan, PhD., General Chair Organizing Committee, menyampaikan laporan panitia didampingi Ee-Peng Lim selaku Chair, ICADL2008 Steering Committee.









Suasana Pembukaan ICADL 2008.



Richardo Baeza-Yates as Keynote I in ICADL 2008 presented his paper "Towards Semantic Search : A Pragmatic Approach".













Keynote speaker Richardo Baeza-Yates VP Yahoo, wajib duduk paling depan dong dan serius!!!




Its great experience, in ICADL 2008 we met Richardo Baeza-Yates, VP Yahoo. Thanks sir you are so friendly.







With my newly friend from Campudia. She is Sophoin Khy, PHd Student at School of System Information Engineering, University of Tsukuba Japan.







We took the pic after Sophoin presented her paper "A Query Language and Its Processing for Time-Series Document Clusters." Then we make a friendship.



Suasana konferensi, cukup serius. Banyak pemakalah, beragam materi, beragam sudut pandang dari berbagai negara, banyak pertanyaan, banyak masukkan. Semoga Ilmu Informasi dan Perpustakaan terus berkibar. Para pakar baik dari Ilmu Perpustakaan maupun Ilmu Komputer duduk bersama demi kemajuan Ilmu Informasi dan Perpustakaan.




Sore hari setelah acara selesai biasanya kami menuju pantai Kuta yang terletak di belakang hotel. Niatnya sich menyaksikan sunset, tetapi selalu terlambat karena kesorean. :-) Kebetulan bertemu dengan Prof. Fabio Crestani dari Facolta di Scienze Informati che Universita della Sviezzera Italiana., foto ya...







Selain menikmati makan malam dengan pemandangan laut, di Jimbaran juga kita dapat menyaksikan tari-tarian Bali.







Malam ini kami ikut menari bersama penari Bali di panggung Jimbaran. Selanjutnya tentu saja berfoto bersama.






Makan malam di Jimbaran kali ini kami ditraktir Pa Razak. Makasih ya Pa Razak..., kami baru tau kalau makan di sana sangat muahalll :-) Jadi ga enak :-) Tapi kapan lagi ya Pa menikmati kebersamaan dengan suasana pantai, di Bali lagi.









Bersama gadis Bali di Jimbaran.






2 Desember 2008
Hari pertama konferensi, kegiatan dibagi ke dalam 3 ruangan. 2 Ruangan untuk tutorial dengan tema yang berbeda dan 1 ruangan dipergunakan untuk penyelenggaraan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke-1, dalam waktu yang bersamaan. Tutorial yang dapat dipilih adalah : Preservation Planning : Planning for Optimal Long-Term Digital Preservation Solutions dengan tutor Andreas Rauber dari Vienna University of Technology Austria dan A Librarian Interface for FEDORA and Greenstone dengan tutor David Brainbridge dari University of Waikota New Zealand. Saya memilih untuk mengikuti tutorial A Librarian Interface for FEDORA dan Greenstone.

David Brainbridge (kaos hijau) menuntun peserta mulai dari cara mengistall FEDORA dan Greenstone hingga cara memanfaatkan software opensource tersebut. David guide Niel Korber, partisipant from South of Africa.




Sekarang David menuju komputerku. Tutornya ganteng begini, bikin semangat. Berhasil, memotretnya dari jarak dekat :-) David collaborate with his colleagues wrote paper "Beyond the Cliend-Server Model : Self -Contained Portable Digital Libraries" and got the winner of Best Papers Award.


With Tun Thura Thet, Reseach Student (Ph.D) Wee Kim Wee School of Communication and Information, Division of Information studies Nanyang Technological University.


Tun Thura Thet and his friends presented their paper "Sentiment Classification of Movie Reviews Using Multiple Perspectives".


Teman baruku dari Universitas Atmajaya. Hallo Dharma Halim apa kabar? He with Tun Tura Thet









Tutorial dari jam 9.00-17.00, cukup melelahkan. Tapi foto bersama tetap wajib :-)





Di ruang lain Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke-1 berlangsung.







Suasana tutorial di ruang sebelah.







With Shameem Nilofar MAIDEEN, Project Manager Digital Resources and Services, National Library Board of Singapore.




Makan malam kali ini di Jimbaran bersama teman dan ditraktir dosen seniorku. Menunya cumi bumbu tepung, udang asam manis dan ikan bakar bumu bali. Terima kasih pa...







Tari Bali yang kami saksikan pada saat makan malam ini di Jimbaran.





1 Desember 2008
Malam ini saya tiba di Bali. Cukup kaget juga ternyata saya berani melakukan perjalanan dari Bandung ke Bali sendirian. Untunglah hotel sudah saya booking melalui internet dan travel sudah siap menjemput menuju hotel begitu saya sampai Bali, sehingga saya tidak direpotkan mencari alamat hotel dengan setumpuk barang yang saya bawa. Malam ini saya belum bertemu teman-teman, sehingga hanya berjalan-jalan sendiri di sekitar Jalan Kartika. Foto-foto hotel juga akh...






Rumah Adat Bali di Nyuh Kuning

Desember ini saya bersama teman-teman peserta International Conference on Asia Pasific Digital Libraries (ICADL 2008) berkesempatan mengunjungi perumahan adat Bali di daerah Nyuh Kuning, Ubud, Giayar, Bali. Pada kesempatan tersebut kami mengunjungi rumah I Ketut Muka Pendet dan rumah orang tuanya yaitu keluarga Pendet.
Menurut I Ketut Muka Pendet, pada dasarnya rumah adat ini terdiri dari tiga, yaitu yang diperuntukkan bagi mereka yang masih single (lajang), yang sudah menikah dan untuk upacara adat. Sedangkan dapur terpisah dari bagian-bagian tersebut.
Berikut ini saya tampilkan rumah I Ketut Muke Pendet dan Rumah Keluarga Pendet. (Nuning)
Rumah I Ketut Muka



Bagian rumah ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang masih single (lajang)







Bagian rumah ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah berkeluarga.







Bagian rumah ini dipergunakan untuk berbagai upacara adat.








I Ketut Muka Pendet sedang menabuh alat musik di ruang upacara adat.







Sisi lain rumah I Ketut Muka Pendet














Rumah Keluarga Pendet


Bagian rumah ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang masih single (lajang) tetapi sekarang bisa ditempati oleh yang sudah menikah juga.








Bagian rumah ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah berkeluarga.








Bagian rumah ini dipergunakan untuk berbagai upacara adat.







Sisi lain rumah keluarga Pendet.

















Dapur dan ruang makan keluarga Pendet.

Museum Pendet Nyuh Kuning Bali

Museum Pendet terletak di Nyuh Kuning Ubud Bali, dibuka oleh pelukis kenamaan Ida Bagus Made pada tanggal 14 April 1999 dan diresmikan oleh Bupati Giayar Tjok Gede Budi Suryawan, SH. pada 26 Desember 2002. Museum Pendet menyimpan hasil karya Wayan Pendet berupa sedikitnya 80 patung ditambah 29 lukisan. Museum Pendet dikelola oleh Yayasan Wayan Pendet dengan mengadaptasi konsep bale bali. Inilah gambar yang berhasil saya abadikan dan saya bagi untuk Anda. (Nuning)

























Tampak bagian
depan Museum Pendet.











Gambar berikut menampilkan patung dan lukisan hasil karya Pendet.

Ada juga taman diantara ruang dalam museum.

Royal Selangor Pewter Museum

Royal Selangor Pewter Museum terletak di Setapak Jaya, Kuala Lumpur, dengan bangunan seluas 40.000 square feet.
Pewter museum memproduksi, menyimpan dan menjual beragam karya yang berasal dari campuran dari timah, tembaga dan antimony.
Apabila Anda berkunjung ke sana Anda dapat melihat Tankard terbesar di dunia di depan gedung Pewter Museum. Di dalam gedung/pabrik Royal Selangor, Anda tidak hanya dapat melihat cara pembuatan beragam karya dari Pewter, tetapi bak sebuah tempat wisata Anda juga akan disuguhi pemandangan yang mengagumkan beragam benda dari pewter yang usianya lebih dari satu abad, seperti kotak tembakau, lampu minyak, lentera China, dan tak ketinggalan replika Twin Tower. Gambar di atas adalah salah satu hasil karya Royal Selangor. Pemandu dari Royal Selangor akan menjelaskan setiap detail yang ada di sana.
Di dalam gedung juga terdapat gambar ratusan telapak tangan manusia seperti gambar di samping. Ratusan telapak tangan inilah yang mula-mula membangun gedung Royal Selangor.
Apabila Anda haus sewaktu berkeliling di sana, Anda dapat menikmati air putih yang disajikan dalam gelas pewter. Hmm... segar...
Tertarik untuk membeli hasil karya mereka? Tidak perlu khawatir karena di sana juga tersedia galeri yang menjual barang-barang yang mereka hasilkan. Harganya? Mulai dari puluhan ringgit. (Nuning)

December 02, 2008

Batu Caves

Batu Caves merupakan tempat ibadah suci bagi orang Hindu di Malaysia, terletak di negara bagian Selangor, sekitar 13 km dari kota Kuala Lumpur. Patung dewa Murugan setinggi 4,3 meter tampak menjulang begitu kita memasuki kawasan Batu Caves.

Di Batu Caves terdapat 3 gua utama dan satu gua kecil. Untuk sampai ke pura, kita harus menaiki 272 anak tangga ditambah sekitar 50 anak tangga di dalamnya. Sepanjang perjalanan menaiki tangga, ada banyak monyet yang berkeliaran bebas. Sehingga kita harus ekstra hati-hati memelihara barang-barang kita dari jamahan monyet-monyet tersebut.


Setelah melewati tangga, kita dapat melihat beberapa orang hilir mudik membawa ular sementara itu semakin masuk ke dalam gua, akan semakin tercium bau yang semakin menyengat. Saya sendiri hampir tidak kuat mencium bau tersebut sehingga memutuskan untuk tidak sampai ke ujung gua.

Setiap tahun sekali pada bulan Februari, Batu Caves akan menjadi lautan manusia karena pada bulan tersebut biasanya diadakan festival Thaipusam. (Nuning)