Desember ini saya bersama teman-teman peserta International Conference on Asia Pasific Digital Libraries (ICADL 2008) berkesempatan mengunjungi perumahan adat Bali di daerah Nyuh Kuning, Ubud, Giayar, Bali. Pada kesempatan tersebut kami mengunjungi rumah I Ketut Muka Pendet dan rumah orang tuanya yaitu keluarga Pendet.
Rumah I Ketut Muka
Menurut I Ketut Muka Pendet, pada dasarnya rumah adat ini terdiri dari tiga, yaitu yang diperuntukkan bagi mereka yang masih single (lajang), yang sudah menikah dan untuk upacara adat. Sedangkan dapur terpisah dari bagian-bagian tersebut.
Berikut ini saya tampilkan rumah I Ketut Muke Pendet dan Rumah Keluarga Pendet. (Nuning)Rumah I Ketut Muka
Bagian rumah ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang masih single (lajang)
Bagian rumah ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah berkeluarga.
Bagian rumah ini dipergunakan untuk berbagai upacara adat.
I Ketut Muka Pendet sedang menabuh alat musik di ruang upacara adat.
Sisi lain rumah I Ketut Muka Pendet
Rumah Keluarga Pendet
Bagian rumah ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang masih single (lajang) tetapi sekarang bisa ditempati oleh yang sudah menikah juga.
Bagian rumah ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah berkeluarga.
Bagian rumah ini dipergunakan untuk berbagai upacara adat.
Sisi lain rumah keluarga Pendet.
Dapur dan ruang makan keluarga Pendet.

Bagi Anda pencinta perhiasan perak, tidak ada salahnya melihat-lihat perak Bali dengan desain yang menawan. Dijamin Anda akan tergoda untuk membelinya. Selain itu, di sana juga Anda dapat menyaksikan langsung pengrajin yang sedang mengerjakan beragam perhiasan perak. (Nuning)