Showing posts with label Pura. Show all posts
Showing posts with label Pura. Show all posts

November 23, 2008

Monkey Forest

Monkey Forest atau Hutan Monyet atau Wenara Wana merupakan kawasan wisata yang terletak di Desa Pakraman, Padangtegal, Ubud, Bali, yang objeknya adalah kera-kera (Macaca fascicularis). Di kawasan hutan seluas 10 Hektar ini terdapat sedikitnya 300 kera Bali. Mereka hidup berkelompok. Pada setiap kelompok ada ketua kelompoknya. Ketua kelompok ini selalu diikuti oleh pengikutnya. Kera-kera Bali ini hidup berpindah-pindah dalam 4 kawasan/wilayah berbeda. Tidak jarang tejadi konflik fisik pada saat kelompok-kelompok ini ingin menguasai daerah tertentu.

Apabila Anda berkunjung ke sana, Anda akan menyaksikan monyet-monyet ini cukup bersahabat, mereka sibuk dengan dunianya. Anda boleh mendekat dan menyodorkan pisang atau kacang pada monyet-monyet tersebut dan monyet-monyet tersebut akan melahapnya. Namun hindarkan penggunaan kaca mata, topi atau barang-barang lain pada tangan Anda karena bisa saja monyet-monyet tersebut tertarik dan kemudian mengejar Anda. Seperti gambar di atas, seekor monyet sedang menikmati minuman Mizone, setelah mengejar dan mengambilnya dari rekan saya yang kebetulan membawa minuman tersebut :-)

Kawasan Monkey Forest tidak hanya sebagai objek wisata, namun juga menjadi tempat konservasi, balai penelitian tanaman hutan dan tempat sakral. Di sini terdapat 125 jenis tanaman yang terdiri dari pohon bambu, pohon pinang, pohon mahoni, dan pohon majegau serta beraneka ragam tumbuh-tumbuhan yang berkaitan dengan upacara.
Adapun tempat sakral yang ada di sini terdiri atas Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Padangtegal, yakni:
1. Pura Dalem Agung berlokasi di barat daya hutan. Pura ini adalah tempat utama dan terpenting di hutan tersebut.
2. Pura Beji terletak di barat laut dengan menggunakan konsep tri mandala.
3. Pura Prajapati merupakan tempat kremasi yang berada di timur dan sepanjang sisinya terdapat pemakaman. (Nuning)

Tanah Lot



Bali hadir dengan sejuta pesona, salah satu pesona itu hadir di Tanah Lot yang terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disinilah para wisatawan biasanya menyaksikan matahari terbenam (sunset) yang begitu indah. Obyek wisata Tanah Lot memiliki dua pura, yang satu terletak di atas bongkahan batu dan yang satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.



Keunikan pura ini antara lain adalah lokasinya yang berada diatas bukit batu besar pinggir laut. Pada saat air surut dan tingginya tidak lebih dari selutut, kita bisa menyebrang menuju tempat itu.








Di sebelah utara pura, tepatnya di dalam gua bawah tebing, terdapat ular suci (holy snake) yang dikeramatkan. Di sana biasanya ada bapak-bapak yang duduk sambil membawa lampu senter di dalam goa. Ular tersebut berwarna hitam kuning, pipih dan beracun, dipercaya sebagai selendang Dang Hyang Nirartha yang terlepas saat sedang bertapa dan hingga kini menjadi penjaga pura. Biasanya disana muncul 2, 3 atau 5 ekor ular. Di tempat ini pula terdapat sumber air tawar bernama Tirta Pabersihan (biasa digunakan sebagai sarana memohon kesucian).

Para wisatawan dapat memegang ular tersebut sambil memanjatkan doa dalam hati. Berkaitan dengan hal tersebut, ada satu mitos di sana, yaitu apabila ada orang yang sedang berpacaran dan membawa pacarnya berkunjung ke Tanah Lot dan melihat ular tersebut, maka akan menyebabkan putusnya hubungan tersebut. Hmmm... tentu ini semua kembali pada kepercayaan kita masing-masing. (Nuning)