
November 29, 2008
Chocolate Gallery Malaysia

Tempat Belanja di Malaysia
Mall-mall yang biasa dikunjungi wisatawan di Malaysia antara lain:
2. Midvalley, salah satu mall terbesar di Kuala Lumpur.
3. Berjaya Times Square
4. Sunway, dll.
Di kawasan mall-mall tersebut isinya adalah toko-toko dengan merk dagang internasional (branded).
D Malaysia juga terdapat duty free shop, yaitu Geneve Timepiece. Tempat belanja ini menjual berbagai aksesoris bermerk terkenal yang bebas pajak hingga dapat memberikan diskon hingga 80% untuk pembelian kacamata ataupun jam tangan.
Sementara alternatif tempat belanja murah, antara lain di:
1. Sungai Wang
2. Bukit Bintang plaza
3. Low Yat Plaza, tempat belanja beraneka ragam elektronik beragam merekdan murah.
4. Pasar Seni
5. Petaling Street, di China Town
6. Mydin
7. Chow Kit
Tempat belanja ini seperti Mall Mangga Dua atau Pasar Baru di Jakarta. Di tempat-tempat ini harga barang dapat ditawar. Di sini Anda bisa membeli beragam souvenir bertuliskan Malaysia, seperti kaos, gantungan kunci, dll.
Sementara itu Kawasan Putera Jaya yang merupakan kawasan perkantoran negara Malaysia (Government Town) biasanya dijadikan tempat berisirahat bagi wisatawan yang baru saja melawati KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Di kawasan ini terdapat taman dan danau, mall, masjid dan kantor-kantor pemerintahan yang cukup megah. Dari sini kita dapat melihat kantor dan tempat tinggal Perdana Menteri Malaysia. (Nuning)
Kawasan Putera Jaya
Labels:
Berjaya,
Bukit Bintang,
China Town,
Chow Kit,
KLCC,
Malaysia,
Mall,
Midvalley,
Mydin,
Nuning Kurniasih,
Pasar Seni,
Petaling Street,
Putera Jaya,
Sungai Wang,
Sunway,
Suria,
Wisata Belanja
Istana Raja Malaysia
Labels:
Istana Raja,
Kuala Lumpur,
Malaysia,
Nuning Kurniasih,
Wisata Sejarah
November 28, 2008
Twin Tower
Sedangkan pelaksana pembangunan, menara 1 dikerjakan oleh sebuah perusahaan asal Jepang, yakni Hazama Corporation. Sementara menara 2 dikerjakan oleh dua perusahaan dari Korea Selatan, yaitu konsorsium Samsung Engineering & Construction dan Kukdong Engineering. Perusahaan dari Korea ini dianggap lebih pintar daripada perusahaan Jepang karena dapat menyelesaikan pekerjaannya 1 bulan lebih awal dari menara 1.
Apabila Anda berkesempatan menaikinya, Anda dapat menikmati pemandangan dari ketinggian 170 meter di atas tanah. Untuk mencapainya tidaklah mudah memang, karena diperlukan perjuangan dan kesabaran untuk menunggu giliran. Anda disarankan untuk mengantri dari pagi. Tetapi Anda tidak perlu bengong selama menunggu giliran, karena petugas Twin Tower akan mengajak Anda masuk ke teater berkapasitas 50 orang. Di teater tersebut diputar film seputar proses pembangunan Twin Tower. Anda juga dapat mencoba menjadi arsitek instan dengan menggunakan perangkat komputer yang ada di sana . Anda tinggal menekan menu, kemudian pilihan desain dan jenis bahan, gedung barupun siap ditampilkan melalui komputer tersebut. Melalui komputer tersebut juga Anda dapat mengetahui perbandingan tinggi Anda dengan Twin Tower.
Setelah mendapatkan giliran Anda dapat memasuki Sky Bridge, yaitu jembatan penghubung menara kembar tersebut, yang berada di Lt. 41 dan 42. Anda juga dapat menikmati beraneka makanan dari restoran-restoran terkenal. Tentu saja siapkan budget yang cukup karena harganya kalau dirupiahkan masuk kategori mahal. (Nuning)
Pasir Putih Situbondo
Ya, Pasir Putih Situbondo nama pantai itu. Setelah sekitar lima jam perjalanan kami dari Surabaya, kami berhenti sejenak di sana untuk sekedar melepas lelah sambil menikmati es kelapa muda. Hm... sementara mata kami terus memandangi birunya laut. Beberapa perahu hilir mudik membawa wisatawan, kamipun tak melewatkan kesempatan untuk berlayar menelusuri pasir putih hanya dengan biaya Rp.20.000,- Di tengah laut kami diberi teleksop untuk melihat keindahan taman laut, terlihat terumbu karang dan beragam ikan di sana. Pasir Putih Situbondo memang terkenal dengan hamparan pasirnya yang putih, topografinya melengkung menghadap ke laut dengan latar belakang hutan membentuk gugusan panorama yang sangat indah dan menghantarkan kesejukan tersendiri.
Di Pasir Putih Situbondo, selain berperahu, Anda juga dapat berenang, surfing (berselancar), menyelam, outbound hingga berkemah karena di sana ada area khusus untuk berkemah.
Untuk memanjakan wisatawan, di Pasir Putih sering ditampilkan beragam hiburan seperti konser musik dan beragam lomba seperti lomba surfing, memancing, dan lomba perahu nelayan tradisional, dll.
Khusus pada bulan Oktober, para nelayan di sana biasanya mengadakan upacara Petik Laut, yaitu melarung makanan, jajanan, dan kepala lembu ke tengah laut sebagai upaya memohon berkah hasil laut dari Tuhan. Pada upacara ini biasanya juga diadakan pementasan musik tradisional Banyuwangi, yaitu Gandrung.
Setelah lelah kami hilang, kami pun bersiap-siap meneruskan perjalanan. Dan seperti biasa kami mengunjungi kios-kios untuk membeli oleh-oleh berupa souvenir bernuansa laut, seperti replika perahu, kerajinan dari kerang dan pasir. (Nuning)
November 25, 2008
Perak Bali

Bali selain terkenal dengan objek wisata alam juga terkenal sebagai Bali Silver Jewelry business destination. Di Bali hadir beberapa perusahaan perhiasan perak dunia. Merk dagang yang digunakannyapun mengglobal, seperti Bali Silver, Bali Silver Jewelry, Silver Smith, Gold Smith, Artshop perak dll. Silver Gallery tersebar di daerah wisata Bali yaitu Sukawati, Celuk, Kuta dan Ubud.
Bagi Anda pencinta perhiasan perak, tidak ada salahnya melihat-lihat perak Bali dengan desain yang menawan. Dijamin Anda akan tergoda untuk membelinya. Selain itu, di sana juga Anda dapat menyaksikan langsung pengrajin yang sedang mengerjakan beragam perhiasan perak. (Nuning)

Pasar Sukawati Bali
Di Pasar Sukawati dijual batik Bali, pakaian pantai, kaos, barang-barang seni seperti lukisan dan patung kayu, berbagai model tas, celana pendek, sandal, beragam aksesoris, dll. Barang-barang tersebut tersedia dalam motifnya unik dan khas Bali dengan harga relatif murah dan dapat ditawar .
Untuk melancarkan tawaran harga, sebaiknya datang ke pasar ini ketika para pedagangnya baru selesai sembahyang sekitar pukul 8-10 karena pada saat itu para pedagang beranggapan apabila mereka berhasil menjual barang pada pagi hari tersebut akan melarisakan dagangannya untuk jam-jam berikutnya. Sebagai pedoman dalam menawar kita bisa pasang sepertiga dari harga yang ditawarkan pedagang. Jangan lupa juga untuk memeriksa kondisi barang dengan teliti untuk mendapatkan barang kualitas baik dengan harga murah. (Nuning)
Labels:
Bali,
Nuning Kurniasih,
Pasar Sukawati,
Wisata Belanja
Pantai Kuta Bali
Labels:
Bali,
Denpasar,
Laut,
Nuning Kurniasih,
Pantai Kuta,
Sunset Beach,
Wisata Pantai
November 24, 2008
Pantai Nusa Dua
Keistimewaan Pantai Nusa Dua tidak hanya berhenti sampai di situ, karena fasilitas yang tersedia di sana juga sangat esklusif. Selain menikmati pemandangan pantai yang menawan, kita juga dapat menikmati kemegahan hotel-hotel kelas dunia, fasilitas olah raga air yang luar biasa, restoran dengan menu yang sangat lengkap dan wisata adventure Bali Camel Safari atau wisata naik onta.
Karena letaknya di ujung Bali, pantai ini lebih sepi pengunjung bila dibandingkan dengan pantai lainnya yang ada di Bali. Hal ini menjadikan Pantai Nusa Dua terrasa lebih private dan esklusif. (Nuning)
Labels:
Bali,
Bali Camel Safari,
Green Globe,
Laut,
Nuning Kurniasih,
Pantai Nusa Dua,
Wisata Pantai
November 23, 2008
Monkey Forest
Kawasan Monkey Forest tidak hanya sebagai objek wisata, namun juga menjadi tempat konservasi, balai penelitian tanaman hutan dan tempat sakral. Di sini terdapat 125 jenis tanaman yang terdiri dari pohon bambu, pohon pinang, pohon mahoni, dan pohon majegau serta beraneka ragam tumbuh-tumbuhan yang berkaitan dengan upacara.
Adapun tempat sakral yang ada di sini terdiri atas Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Padangtegal, yakni:
1. Pura Dalem Agung berlokasi di barat daya hutan. Pura ini adalah tempat utama dan terpenting di hutan tersebut.
2. Pura Beji terletak di barat laut dengan menggunakan konsep tri mandala.
3. Pura Prajapati merupakan tempat kremasi yang berada di timur dan sepanjang sisinya terdapat pemakaman. (Nuning)
Adapun tempat sakral yang ada di sini terdiri atas Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Padangtegal, yakni:
1. Pura Dalem Agung berlokasi di barat daya hutan. Pura ini adalah tempat utama dan terpenting di hutan tersebut.
2. Pura Beji terletak di barat laut dengan menggunakan konsep tri mandala.
3. Pura Prajapati merupakan tempat kremasi yang berada di timur dan sepanjang sisinya terdapat pemakaman. (Nuning)
Labels:
Bali,
Hutan Monyet,
Monkey Forest,
Nuning Kurniasih,
Padangtegal,
Pura,
Ubud,
Wenara Wana,
Wisata Hutan
Tanah Lot
Bali hadir dengan sejuta pesona, salah satu pesona itu hadir di Tanah Lot yang terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disinilah para wisatawan biasanya menyaksikan matahari terbenam (sunset) yang begitu indah. Obyek wisata Tanah Lot memiliki dua pura, yang satu terletak di atas bongkahan batu dan yang satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
Keunikan pura ini antara lain adalah lokasinya yang berada diatas bukit batu besar pinggir laut. Pada saat air surut dan tingginya tidak lebih dari selutut, kita bisa menyebrang menuju tempat itu.

Para wisatawan dapat memegang ular tersebut sambil memanjatkan doa dalam hati. Berkaitan dengan hal tersebut, ada satu mitos di sana, yaitu apabila ada orang yang sedang berpacaran dan membawa pacarnya berkunjung ke Tanah Lot dan melihat ular tersebut, maka akan menyebabkan putusnya hubungan tersebut. Hmmm... tentu ini semua kembali pada kepercayaan kita masing-masing. (Nuning)
Labels:
Bali,
Holy Snake,
Laut,
Nuning Kurniasih,
Pura,
Tabanan,
Tanah Lot,
Ular Suci,
Wisata Pantai
Benteng Vander Wijck

Di dalam benteng ini terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 x 11,32 m.

Bangunan benteng ini sebagian besar masih asli, beberapa renovasi dilakukan untuk menambah daya tarik benteng. Pada bagian atap benteng terdapat kereta mini yang dapat digunakan untuk mengelilingi benteng dari atas, hanya dengan membayar Rp. 3.000,-
Berdasarkan informasi dari pemandu yang ada di sana, sejarah tentang Benteng Vander Wijck ini masih perlu dikaji. Banyak pihak menyebutkan bahwa Benteng Vander Wijck merupakan benteng pertahanan Hindia - Belanda, namun bentuk persegi delapan pada benteng juga memungkinkan ada hubungannya dengan Portugis.
Saat ini Benteng Vander Wijck juga banyak dikunjungi oleh muda mudi yang sedang berpacaran. Namun tentu pihak pengelola selalu berpatoli agar tetap pada koridornya (Nuning)
Labels:
Benteng Vander Wijck,
Gombong,
Kebumen,
Nuning Kurniasih,
Wisata Sejarah
November 21, 2008
Gua Jatijajar
Sebagai orang-orang yang senang berwisata jiwa kami langsung terpanggil untuk menelusuri setiap penunjuk objek wisata di sepanjang jalan. Tidak kecuali ketika melintasi wilayah Kebumen.
Sebagai objek wisata andalan, Gua Jatijajar memiliki daya tarik luar biasa bagi calon wisatawan baik domestik maupun mancanegara dan untuk wilayah Kebumen, objek wisata ini paling banyak dikunjungi oleh wisatawan. Para pemandu di sekitar gua langsung menghampiri kami begitu kami menginjakkan kaki di mulut gua. Mereka menceritakan setiap detail lokasi yang kami lalui. Dari mereka kami mengetahui bahwa Gua Jatijajar ditemukan sejak tahun 1802 oleh seorang petani bernama ”Jayamenawi” sebagai pemilik tanah di atas Gua tersebut. Sudah cukup tua juga ya.. Dan tentu kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa Gua Jatijajar ke forum Simposium Kebudayaan Indonesia-Malaysia yang diselenggarakan Unpad-UKM di Selangor Malaysia pada tahun 2007, dengan membawa tulisan berjudul Model Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Objek Wisata Gua Jatijajar Pasir Luhur Kebumen Indonesia.
Berikut ini yang dapat kami bagi bersama Anda tentang Objek Wisata Gua Jatijajar.
Gua Jatijajar adalah Gua alam yang terbentuk dari batu kapur. Panjang gua sekitar 250 m dengan lebar rata-rata 25 m dan ketinggian 15 m. Mulut Gua yang tinggi dan lebar ini menyingkapkan lapisan batu gamping pejal yang kompak dan keras. Pada dinding masuk sebelah kanan tersingkap sisa endapan sedimen gua yang banyak mengandung fosil moluska. Beberapa spesies grastropoda dan pelecypoda terawetkan pada lapisan lempung pasiran berwarna coklat tua. Beberapa meter dari pintu masuk gua, tersingkap sedimen pada sebuah sisa kanopi tua. Kanopi di dalam gua ini menunjukkan sisa keaktifan sungai bawah tanah beberapa ratus ribu tahun yang lalu. Sungai bawah tanah yang masih aktif di dalam gua tersingkap melalui beberapa lubang yang terletak antara 1-3 meter di bawah lorong fosil utama. Ada tujuh sungai / sendang diketahui berada di dalam Gua Jatijajar. Dari ketujuh gua yang ada ini, 4 gua yang airnya dipercaya berkhasiat untuk mencapai tujuan tertentu dan dibuka untuk umum yaitu :

1. Sendang Kantil.
Di dasar Sendang Kantil terdapat sifon yang dapat ditelusuri dengan metoda penyelaman (cave diving). Air dari sendang ini apabila dipakai untuk mandi atau mencuci muka dipercaya akan dapat mempermudah mencapai cita-cita/tujuan.
2. Sendang Mawar.
Air dari sendang ini apabila dipakai untuk mandi atau mencuci muka dipercaya berkhasiat bisa awet muda.
Sendang Kantil dan Mawar telah dibangun sehingga mudah dijangkau.
3. Sendang Jombor
Sendang Jombor dihuni oleh seekor pelus sepanjang 1 m dan dikeramatkan sehingga untuk memasukinya harus mendapat ijin terlebih dahulu dari pengelola Gua.
4. Sendang Puserbumi
Sendang Puserbumi merupakan sebuah sumuran tegak bergaris tengah sekitar 50 cm. Alirannya langsung ke luar ke permukaan di luar gua. Sebagaimana Sendang Jombor, Sendang Puserbumi juga sangat dikeramatkan dan dijadikan tempat berziarah dengan menaruh sesaji untuk memohon keinginannya. Untuk memasuki sendang ini juga harus mendapat ijin terlebih dahulu dari pengelola Gua.
Sendang Jombor dan Puserbumi masih alami, belum dibangun sehingga masih gelap, belum ada penerangan dan jalannya licin.
Adanya kepercayaan masyarakat akan khasiat dari sungai-sungai yang ada di dalam gua ini merupakan daya tarik bagi calon wisatawan untuk mengunjungi Gua Jatijajar.
1. Sendang Kantil.
Di dasar Sendang Kantil terdapat sifon yang dapat ditelusuri dengan metoda penyelaman (cave diving). Air dari sendang ini apabila dipakai untuk mandi atau mencuci muka dipercaya akan dapat mempermudah mencapai cita-cita/tujuan.
2. Sendang Mawar.
Air dari sendang ini apabila dipakai untuk mandi atau mencuci muka dipercaya berkhasiat bisa awet muda.
Sendang Kantil dan Mawar telah dibangun sehingga mudah dijangkau.
3. Sendang Jombor
Sendang Jombor dihuni oleh seekor pelus sepanjang 1 m dan dikeramatkan sehingga untuk memasukinya harus mendapat ijin terlebih dahulu dari pengelola Gua.
4. Sendang Puserbumi
Sendang Puserbumi merupakan sebuah sumuran tegak bergaris tengah sekitar 50 cm. Alirannya langsung ke luar ke permukaan di luar gua. Sebagaimana Sendang Jombor, Sendang Puserbumi juga sangat dikeramatkan dan dijadikan tempat berziarah dengan menaruh sesaji untuk memohon keinginannya. Untuk memasuki sendang ini juga harus mendapat ijin terlebih dahulu dari pengelola Gua.
Sendang Jombor dan Puserbumi masih alami, belum dibangun sehingga masih gelap, belum ada penerangan dan jalannya licin.
Adanya kepercayaan masyarakat akan khasiat dari sungai-sungai yang ada di dalam gua ini merupakan daya tarik bagi calon wisatawan untuk mengunjungi Gua Jatijajar.
Selain itu sejak Gua Jatijajar dibangun, telah ditambah pemasangan patung-patung atau Deorama yang mengisahkan legenda ”Raden Kamandaka – Lutung Kasarung” yang pernah bertapa di dalam Gua Jatijajar. Pemasangan deorama di dalam gua ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan
Atraksi Wisata
Kesenian daerah yang berkembang di sekitar wilayah Gua Jatijajar diantaranya adalah Kuda Lumping, Tari Lawet, Wayang Kulit dan Seni Calung.
Kesenian daerah yang berkembang di sekitar wilayah Gua Jatijajar diantaranya adalah Kuda Lumping, Tari Lawet, Wayang Kulit dan Seni Calung.
Potensi Wisata Pendukung
Unsur wisata pendukung yang digali dari adat, tradisi dan kebudayaan yang berkembang di masyarakat Kebumen, diantaranya adalah :
- Upacara ritual pengambilan sarang burung walet di tengah Karangbolong.
- Benteng pertahanan Jepang.
- Industri keramik Jatisari, pembuatan genteng dan batubata di Sokka.
- Industri anyaman pandan di Grenggeng.
- Makanan dan minuman khas daerah (tempe, mendoan, sate ambal, nira).
- Festival layang-layang internasional yang diselenggarakan secara rutin.
- Wisatawan yang melakukan perjalanan geowisata ke daerah Kebumen dapat memanfaatkan objek-objek tersebut sebagai acara tambahan.
Unsur wisata pendukung yang digali dari adat, tradisi dan kebudayaan yang berkembang di masyarakat Kebumen, diantaranya adalah :
- Upacara ritual pengambilan sarang burung walet di tengah Karangbolong.
- Benteng pertahanan Jepang.
- Industri keramik Jatisari, pembuatan genteng dan batubata di Sokka.
- Industri anyaman pandan di Grenggeng.
- Makanan dan minuman khas daerah (tempe, mendoan, sate ambal, nira).
- Festival layang-layang internasional yang diselenggarakan secara rutin.
- Wisatawan yang melakukan perjalanan geowisata ke daerah Kebumen dapat memanfaatkan objek-objek tersebut sebagai acara tambahan.
Potensi dan Kegiatan Produktif Masyarakat Sekitar Objek Wisata Gua Jatijajar
Keberadaan Objek Wisata Gua Jatijajar berimbas pada berkembangnya kegiatan produktif masyarakat di sekitarnya, karena terbukanya peluang usaha dalam bidang :
- Perdagangan, dengan berdirinya kios-kios di dalam objek wisata Gua Jatijajar
- Kerajinan/cendera mata, seperti anyaman pandan, batik tulis, keramik tanah liat dan batu aji
- Makanan khas, seperti Sate ayam ambal, Nasi Penggel, Soto petahanan, Lanting, Emping, Gula Jawa, Jenang.
- Akomodasi/penginapan
- Pramuwisata/pemandu.
- Usaha jasa foto
Keberadaan Objek Wisata Gua Jatijajar berimbas pada berkembangnya kegiatan produktif masyarakat di sekitarnya, karena terbukanya peluang usaha dalam bidang :
- Perdagangan, dengan berdirinya kios-kios di dalam objek wisata Gua Jatijajar
- Kerajinan/cendera mata, seperti anyaman pandan, batik tulis, keramik tanah liat dan batu aji
- Makanan khas, seperti Sate ayam ambal, Nasi Penggel, Soto petahanan, Lanting, Emping, Gula Jawa, Jenang.
- Akomodasi/penginapan
- Pramuwisata/pemandu.
- Usaha jasa foto
Problematika Sosial Budaya Masyarakat Sekitar Gua Jatijajar
Pengembangan objek wisata tidak terlepas dari beberapa kelemahan. Adapun kelemahan yang diidentifikasi oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya
- Kurang profesionalnya aparatur dalam melaksanakan tugas pelayanan
- Terbatasnya jumlah karyawan/petugas yang memahami bidang kepariwisataan dan melaksanakan pelayanan/pemandu di lokasi objek wisata.
- Kurangnya kegiatan dan sarana promosi wisata.
- Kurangnya kualitas objek wisata dan budaya agar layak jual.
- Kurangnya pemahaman sadar wisata masyarakat.
- Rendahnya sosial ekonomi masyarakat.
Adapun problematika sosial yang muncul karena keberadaan Objek Wisata Gua Jatijajar ini adalah :
- Banyaknya bisnis WC umum yang tidak mempunyai septikteng menyebabkan air sungai keruh.
- Budaya yang dibawa wisatawan mempengaruhi perilaku penduduk. Penduduk, khususnya remaja suka mengikuti pola hidup para wisatawan. Meniru cara berpakaian, cara makan, cara hidup yang tidak sesuai dengan budaya
- Banyak wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak pantas seperti pemerasan yang menyebabkan citra wisata yang buruk.
- Kurangnya pemberdayaan aparatur desa.
- Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap aset budaya memunculkan perilaku pengrusakan lingkungan baik karena pembangunan prasarana dan sarana wisata, maupun karena ulah pengunjung atau tangan-tangan jahil
- Pengelolaan Gua Jatijajar oleh pihak Dinas Pariwisata Daerah Kebumen, menimbulkan ketidakpuasan pagi pemerintah desa setempat yang merasa keberadaan Objek Wisata tidak memberikan kontribusi riil selain hanya peluang usaha semata. Pemda dianggap tidak memberikan kesempatan pada masyarakat untuk turut mengembangkan objek wisata. Hal ini menimbulkan sikap apatis pemerintah desa terhadap perrkembangan objek wisata tersebut.
Pengembangan objek wisata tidak terlepas dari beberapa kelemahan. Adapun kelemahan yang diidentifikasi oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya
- Kurang profesionalnya aparatur dalam melaksanakan tugas pelayanan
- Terbatasnya jumlah karyawan/petugas yang memahami bidang kepariwisataan dan melaksanakan pelayanan/pemandu di lokasi objek wisata.
- Kurangnya kegiatan dan sarana promosi wisata.
- Kurangnya kualitas objek wisata dan budaya agar layak jual.
- Kurangnya pemahaman sadar wisata masyarakat.
- Rendahnya sosial ekonomi masyarakat.
Adapun problematika sosial yang muncul karena keberadaan Objek Wisata Gua Jatijajar ini adalah :
- Banyaknya bisnis WC umum yang tidak mempunyai septikteng menyebabkan air sungai keruh.
- Budaya yang dibawa wisatawan mempengaruhi perilaku penduduk. Penduduk, khususnya remaja suka mengikuti pola hidup para wisatawan. Meniru cara berpakaian, cara makan, cara hidup yang tidak sesuai dengan budaya
- Banyak wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak pantas seperti pemerasan yang menyebabkan citra wisata yang buruk.
- Kurangnya pemberdayaan aparatur desa.
- Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap aset budaya memunculkan perilaku pengrusakan lingkungan baik karena pembangunan prasarana dan sarana wisata, maupun karena ulah pengunjung atau tangan-tangan jahil
- Pengelolaan Gua Jatijajar oleh pihak Dinas Pariwisata Daerah Kebumen, menimbulkan ketidakpuasan pagi pemerintah desa setempat yang merasa keberadaan Objek Wisata tidak memberikan kontribusi riil selain hanya peluang usaha semata. Pemda dianggap tidak memberikan kesempatan pada masyarakat untuk turut mengembangkan objek wisata. Hal ini menimbulkan sikap apatis pemerintah desa terhadap perrkembangan objek wisata tersebut.
Model Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Objek Wisata Gua Jatijajar
Pembangunan pariwisata sebagai sektor andalan dan unggulan berkaitan dengan peranan dari berbagai pihak. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan pelaksanaan program pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata. Dalam rangka pemberdayaan ini dibutuhkan model-model pemberdayaan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat sekitar lokasi pariwisata, dalam hal ini adalah masyarakat di sekitar Goa Jatijajar. Berikut ini beberapa model pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan di sekitar wilayah Goa Jatijajar :
Pembangunan pariwisata sebagai sektor andalan dan unggulan berkaitan dengan peranan dari berbagai pihak. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan pelaksanaan program pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata. Dalam rangka pemberdayaan ini dibutuhkan model-model pemberdayaan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat sekitar lokasi pariwisata, dalam hal ini adalah masyarakat di sekitar Goa Jatijajar. Berikut ini beberapa model pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan di sekitar wilayah Goa Jatijajar :
1. Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sistem Pengetahuan
Masyarakat di sekitar Goa Jatijajar memiliki pengetahuan tentang sejarah Goa Jatijajar yang dikaitkan dengan folklor Satria Kamandaka dan potensi alam di sekitar Goa. Pengetahuan in didapat sejak kecil secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Dengan pengetahuan ini, masyarakat sekitar dapat menyebarluaskan pengetahuannya kepada wisatawan dan calon wisatawan. Pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tersebut, memunculkan bermacam-macam motif yang mengarahkan pada perilaku sebagai berikut :
- Pada masyarakat petani, menjadikan air yang bersumber dari sendang yang terdapat di dalam Gua Jatijajar sebagai sumber pengairan untuk sawah-sawah di sekitar Gua.
- Pada masyarakat pedagang, potensi wisata tersebut membuka peluang usaha di berbagai sektor, seperti kerajinan, makanan khas, rumah makan dan lainnya;
- Bagi pemerintah sendiri, pengetahuan tentang potensi yang terdapat pada kawasan Gua Jatijajar mendorong kebijakan dalam alih kelola Objek Wisata Gua Jatijajar yang sebelumnya dikelola oleh masyarakat secara konvensional. Pengelolaan yang diawali dengan pemugaran Gua Jatijajar disebabkan atas potensi wilayah tersebut sebagai daerah tujuan wisata yang mampu menjadi salah satu penghasil devisa, guna meningkatkan pendapatan daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap melestarikan alam dan memelihara nilai-nilai budaya.
2. Model Pemberdayaan Berbasis Sistem Kepercayaan
Biasanya di lingkungan di daerah yang terdapat gua, terdapat suatu masyarakat yang memiliki kepercayaan. Pengetahuan yang yang berasal dari leluhur dan dipahami secara turun temurun dari generasi ke generasi mengenai keberadaan gua telah mengkristal dalam keyakinan budaya. Keyakinan tersebut pada akhirnya menimbulkan kepercayaan yang sangat melekat di kalangan masyarakat bahwa Gua Jatijajar mempunyai kekuatan magis, karena gua biasanya menggambarkan keadaan yang bersifat magis, sakral dan angker. Legenda gua, Khasiat Sendang yang airnya memiliki kekuatan magis tertentu (seperti membuat awet muda, menyuburkan tanaman). Adanya sistem kepercayaam tersebut, mengkaitkan kekuatan potensi gua sebagai media ritual (untuk mendapat berkah, wangsit, dengan tujuan yang bermacam-macam) dengan cara bertapa, memberi sesajen, tirakat maupun acara-acara yang bersifat ritual.
3. Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Potensi lokal Gua Jatijajar telah berkembang menjadi potensi wisata yang mengakibatkan peningkatan arus wisatawan baik mancanegara maupun nusantara ke kawasan wisata Gua Jatijajar, tentu saja menuntut bermacam-macam pelayanan dan fasilitas yang semakin meningkat jumlah dan ragamnya. Hal ini memberi manfaat ekonomi bagi penduduk, pengusaha maupun pemerintah setempat, seperti :
Kesempatan berusaha, baik usaha yang langsung untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Lapangan usaha langsung meliputi usaha akomodasi (hotel, homestay, penginapan), restoran/rumah makan, biro perjalanan, toko souvenir, sanggar-sanggar kerajinan dan kesenian, pramuwisata dsb.
Lapangan usaha tidak langsung, seperti : pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian dan kerajinan dan lainnya.
Terbukanya lapangan kerja. Luasnya kesempatan dalam usaha berarti akan membuka lapangan kerja, baik lapangan kerja di berbagai usaha yang langsung memenuhi kebutuhan wisatawan maupun tidak langsung.
Meningkatnya pendapatan masyarakat dan pemerintah
Mendorong pembangunan daerah. Berkembangnya kepariwisataan di daerah mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan dan membangun prasarana yang diperlukan seperti : pembangunan dan perbaikan jalan, instalasi air dan listrik, pembenahan obyek dan daya tarik wisata,perbaikan lingkungan, pengkondisian masyarakat dan sebagainya.
Masyarakat di sekitar Goa Jatijajar memiliki pengetahuan tentang sejarah Goa Jatijajar yang dikaitkan dengan folklor Satria Kamandaka dan potensi alam di sekitar Goa. Pengetahuan in didapat sejak kecil secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Dengan pengetahuan ini, masyarakat sekitar dapat menyebarluaskan pengetahuannya kepada wisatawan dan calon wisatawan. Pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tersebut, memunculkan bermacam-macam motif yang mengarahkan pada perilaku sebagai berikut :
- Pada masyarakat petani, menjadikan air yang bersumber dari sendang yang terdapat di dalam Gua Jatijajar sebagai sumber pengairan untuk sawah-sawah di sekitar Gua.
- Pada masyarakat pedagang, potensi wisata tersebut membuka peluang usaha di berbagai sektor, seperti kerajinan, makanan khas, rumah makan dan lainnya;
- Bagi pemerintah sendiri, pengetahuan tentang potensi yang terdapat pada kawasan Gua Jatijajar mendorong kebijakan dalam alih kelola Objek Wisata Gua Jatijajar yang sebelumnya dikelola oleh masyarakat secara konvensional. Pengelolaan yang diawali dengan pemugaran Gua Jatijajar disebabkan atas potensi wilayah tersebut sebagai daerah tujuan wisata yang mampu menjadi salah satu penghasil devisa, guna meningkatkan pendapatan daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap melestarikan alam dan memelihara nilai-nilai budaya.
2. Model Pemberdayaan Berbasis Sistem Kepercayaan
Biasanya di lingkungan di daerah yang terdapat gua, terdapat suatu masyarakat yang memiliki kepercayaan. Pengetahuan yang yang berasal dari leluhur dan dipahami secara turun temurun dari generasi ke generasi mengenai keberadaan gua telah mengkristal dalam keyakinan budaya. Keyakinan tersebut pada akhirnya menimbulkan kepercayaan yang sangat melekat di kalangan masyarakat bahwa Gua Jatijajar mempunyai kekuatan magis, karena gua biasanya menggambarkan keadaan yang bersifat magis, sakral dan angker. Legenda gua, Khasiat Sendang yang airnya memiliki kekuatan magis tertentu (seperti membuat awet muda, menyuburkan tanaman). Adanya sistem kepercayaam tersebut, mengkaitkan kekuatan potensi gua sebagai media ritual (untuk mendapat berkah, wangsit, dengan tujuan yang bermacam-macam) dengan cara bertapa, memberi sesajen, tirakat maupun acara-acara yang bersifat ritual.
3. Model Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Potensi lokal Gua Jatijajar telah berkembang menjadi potensi wisata yang mengakibatkan peningkatan arus wisatawan baik mancanegara maupun nusantara ke kawasan wisata Gua Jatijajar, tentu saja menuntut bermacam-macam pelayanan dan fasilitas yang semakin meningkat jumlah dan ragamnya. Hal ini memberi manfaat ekonomi bagi penduduk, pengusaha maupun pemerintah setempat, seperti :
Kesempatan berusaha, baik usaha yang langsung untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Lapangan usaha langsung meliputi usaha akomodasi (hotel, homestay, penginapan), restoran/rumah makan, biro perjalanan, toko souvenir, sanggar-sanggar kerajinan dan kesenian, pramuwisata dsb.
Lapangan usaha tidak langsung, seperti : pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian dan kerajinan dan lainnya.
Terbukanya lapangan kerja. Luasnya kesempatan dalam usaha berarti akan membuka lapangan kerja, baik lapangan kerja di berbagai usaha yang langsung memenuhi kebutuhan wisatawan maupun tidak langsung.
Meningkatnya pendapatan masyarakat dan pemerintah
Mendorong pembangunan daerah. Berkembangnya kepariwisataan di daerah mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan dan membangun prasarana yang diperlukan seperti : pembangunan dan perbaikan jalan, instalasi air dan listrik, pembenahan obyek dan daya tarik wisata,perbaikan lingkungan, pengkondisian masyarakat dan sebagainya.
Sebenarnya di sekiar Gua Jatijajar masih banyak gua-gua lainnya yang dapat dijadikan objek wisata, sehingga Kebumen semestinya dapat mengembangkan Objek Wisata Gua. (Nuning & Lilis)
Subscribe to:
Posts (Atom)