Showing posts with label Wisata Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Wisata Sejarah. Show all posts

November 29, 2008

Istana Raja Malaysia

Dalam perjalanan di Kuala lumpur Malaysia, kami berkesempatan untuk mengunjungi halaman tempat tinggal resmi Raja Malaysia (Yang dipertuan Agong). Istana ini dibangun pada tahun 1928 dan mempunyai luas 11,5 Ha. Seperti terlihat pada gambar di atas, halaman istana ini sangat bersih dan tamannya sangat terawat. Kita dapat menyaksikan pasukan berkuda di depan istana. Tentu saja sangat disayangkan apabila kita melewatkan kesempatan untuk berfoto-foto bersama mereka. (Nuning)

November 23, 2008

Benteng Vander Wijck



Anda menyukai wisata sejarah? Coba dech kunjungi Benteng Vander Wijck di kota Gombong, sekitar 21 KM dari arah Kebumen atau 118 km ke arah Barat dari Yogyakarta. Decak kagum kami ketika melihat benteng bersejarah yang begitu kokoh. Seperti terlihat pada gambar di atas, benteng seluas 3606,625m2 perlantainya berdiri kokoh sejak 1818 dengan bentuk persegi delapan. Tinggi Benteng mencapai 9,67 m, ditambah cerobong 3,33 m.
Di dalam benteng ini terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 x 11,32 m.
Begitu memasuki benteng kita akan memasuki barak-barak tersebut, yang beberapa diantaranya memperlihatkan gambar-gambar bersejarah. Barak-barak lainnya memperlihatkan ruang para Bupati dari pertama hingga kini, ruang pahlawan dan ruang Panglima.
Bangunan benteng ini sebagian besar masih asli, beberapa renovasi dilakukan untuk menambah daya tarik benteng. Pada bagian atap benteng terdapat kereta mini yang dapat digunakan untuk mengelilingi benteng dari atas, hanya dengan membayar Rp. 3.000,-
Berdasarkan informasi dari pemandu yang ada di sana, sejarah tentang Benteng Vander Wijck ini masih perlu dikaji. Banyak pihak menyebutkan bahwa Benteng Vander Wijck merupakan benteng pertahanan Hindia - Belanda, namun bentuk persegi delapan pada benteng juga memungkinkan ada hubungannya dengan Portugis.
Saat ini Benteng Vander Wijck juga banyak dikunjungi oleh muda mudi yang sedang berpacaran. Namun tentu pihak pengelola selalu berpatoli agar tetap pada koridornya (Nuning)